Bawa Israel ke Mahkamah Internasional

Ditulis oleh obiesan, pada 31 May 2010, dilihat 805 kali komentar


Bawa Israel ke Mahkamah Internasional

Hampir 9 jam kejadian atas penyerangan kapal kemanusiaan yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di jalur Gaza.Lagi-lagi Israel berada diatas Hukum Internasional, kemana PBB yang tujuan diatas kertasnya untuk kesejahteraan dan kedamaian dunia malah terlihat ketika menanggapi kasus-kasus yang berhubungan dengan Israel, Amerika dan para antek-anteknya terlihat melempem dan terkesan mandul.

Diluar dari badan-badan dunia atau hukum-hukum dunia yang dirancang oleh antek-antek Amerika Serikat dan sekutu, kita coba lihat ke negara-negara Arab / Negara-negara Liga Arab. Hanya terdengar kata "Mengutuk", "Mengecam" itulah yang kerap kali saya dengarkan. Bahkan negara Mesir yang dominan penduduknya adalah beragama sama dengan Palestina juga tidak luput dari sikap yang malah terkesan mendukung Israel dengan melakukan blokade untuk warga di Gaza. Coba jika di searching di Google terlihat juga banyak reaksi yang mengecam kelakuan para pemimpin di Negara-negara Arab yang takut, takut dan takut.

Ini bukan merupakan kekerasan antar 2 negara, atau antar agama, terbukti penyerangan kapal yang aktivis -aktivis didalamnya banyak juga yang beragama diluar Islam. Berbagai kepentingan antar negara-negara untuk menjadi buta dan bisu ketika melihat kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel dan kroninya. Jadi apa gunanya lembaga Dunia seperti PBB, Liga Arab, OKI, semuanya cuman debu di depan kekuatan Amerika dan kroninya.

Saya membayangkan bagaimana jika terjadi krisis misalnya di Papua, nah lalupihak Australia, Swedia, mungkin Amerika datang berbondong-bondong untuk membantu kemanusiaan memberikan bantuan. Sebelum sampai ke Papua di dicegat dengan TNI atau sampai ada yang tewas. Sudah kebayang Indonesia akan dibawa ke Mahkamah Internasional, semua negara-negara itu pasti teriak-teriak ini melanggar kemanusiaan. Nah ini ceritanya hampir sama dengan kejadiian hari ini yang terjadi di Laut untuk memasuki perairan Gaza. Jadi mereka hanya teriak, protes, membawa kata kemanusiaan jika pihak dan teman-temannya dirugikan. Kalau mereka yang melakukan ya ngga ada yang namanya salah, dan berbagai alasan pasti keluar dari mulut-mulut mereka :p. Jadi kata siapa kita masih terbebas dari penjajahan.

Berita yang saya ambil dari kompas.com, Wakil Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq meminta Pemerintah Indonesia memotori negara-negara di dunia agar bertindak tegas terhadap penyerangan yang dilakukan oleh Israel terhadap Kapal Kemanusiaan Mavi Marmara. Apalagi, di dalam kapal tersebut, diinformasikan terdapat 12 warga negara Indonesia (WNI) yang hingga kini belum diketahui nasibnya.

"Apa pun yang dilakukan Israel merupakan bentuk deklarasi perang terbuka terhadap negara-negara di dunia. Semua negara harus membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional. Saya berharap Indonesia bisa memotori untuk membawa ke Mahkamah Internasional dan menegaskan ini kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditoleransi," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/5/2010).

Jika permasalahan ini dibawa ke Mahkamah Internasional, ia yakin akan meneguhkan bahwa masalah Palestina adalah perang terhadap kemanusiaan. "Bukan lagi sebatas konflik antara Israel dan Palestina. SBY harus mengambil poin ini," ujarnya.

 

Jumlah Korban

Jumlah korban tewas akibat serangan tentara Israel ke Kapal Mavi Marmara yang membawa rombongan misi kemanusiaan "Freedom Flotilla" ke Gaza bisa jadi bertambah. Televisi Channel 10 milik Israel memberitakan bahwa korban tewas mencapai 19 orang atau bertambah 3 orang setelah laporan terakhir yang beredar sebelumnya.

Pasukan Israel dilaporkan turun dari pesawat helikopter dan menyerbu masuk ke dalam kapal bantuan kemanusiaan yang berlayar menuju Jalur Gaza, Senin (31/5/2010) dini hari. Kapal Mavi Marmara adalah salah satu kapal rombongan misi kemanusiaan yang tengah menuju ke Gaza.

Di dalam kapal tersebut terdapat 12 relawan asal Indonesia yang tergabung bersama 369 sukarelawan dari seluruh dunia. Ada sembilan kapal dengan berbagai ukuran dalam misi menembus blokade Israel ini. Kapal-kapal ini mengangkut 10.000 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza. Dari informasi terakhir, kapal tersebut kini digiring ke wilayah Israel.

Dan terakhir saya melihat berita di tv one, ada 100 orang jumlah korban yang terluka. Dan ada relawan Mer-C yang ditembak bukan tertembak.

 

sumber : kompas.com