Resume Kuliah : Eksistensialisme Filsafat Pendidikan

Ditulis oleh Arief, pada 28 Dec 2012, dilihat 289 kali komentar


<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->

Aliran eksistensialisme merupakan aliran filsafat pendatang baru yang lahir di Jerman sebagai reaksi atas materialisme dan idealisme. Pertama kali dikemukakan oleh Martin Heidegger (1889-1976) kemudian dilanjutkan oleh Kieggard (1813-1855) dan Nietzche (1844-1900). Tokoh-tokoh terkenal yang mendukung aliran ini adalah Karl Jespers, Albert Camus, Franz Kafka dan Jean Paul Sartre.

Eksistensialisme merupakan filsafat yang berupaya agar manusia menjadi diri sendiri dan berdiri di atas kaki sendiri. Secara khusus, eksistensialisme mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metode fenomologi (cara manusia berada). Secara umum eksistensialisme membagi problem menjadi empat masalah besar, yaitu (1) eksistensi manusia, (2) bagaimana bereksistensi secara aktif, (3) eksistensi manusia merupakan eksistensi terbuka dan belum selesai, dan (4) pengalaman eksistensial.

Menurut Parkay, Aliran eksistensialisme terbagi menjadi 2 sifat; teistik (bertuhan) dan ateistik (tidak mengenal Tuhan). Jean Paul Satre membagi eksistensialisme menjadi dua cabang; eksistensialisme kristiani dan ateis. Eksistensialisme juga menjelaskan bahwa ada dua jenis filsafat tradisional, yaitu filsafat spekulatif dan filsafat skeptif. Filsafat spekulatif menyatakan bahwa pengalaman tidak banyak berpengaruh pada individu. Sedangkan filsafat skeptif menyatakan bahwa semua pengalaman itu adalah palsu, tidak ada sesuatu yang dapat kita kenal dari realita, konsep metafisika adalah sementara.

Pemikiran filsafat eksistensialisme menyebutkan bahwa manusia memiliki keberadaan yang unik dalam dirinya berbeda antara manusia satu dengan lainnya. Eksistensialisme lebih memperhatikan makna dan tujuan hidup manusia daripada melakukan permahaman terhadap kajian-kajian ilmiah dan metafisika tentang alam semesta. Filsafat pendidikan eksistensialisme memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk mendapatkan pendidikan secara autentik, manusia mempunyai tanggung jawab dan kesadaran diri untuk mereka.

Pendidikan eksistensialisme diarahkan untuk mendorong setiap individu agar mampu mengembangkan semua potensinya untuk pemenuhan diri. Disamping itu, pendidikan eksistensialisme juga berusaha memberikan bekal pengalaman yang luas dan komprehensif dalam semua bentuk kehidupan.

Kurikulum cenderung bersifat liberal, membawa manusia pada kebebasan manusia yang meliputi pendidikan sosial untuk mengajarkan rasa hormat terhadap kebebasan dan privasi masing-masing individu.

Resume Kuliah Lainnya :

Perenialisme Filsafat Pendidikan

Behaviorisme Filsafat Pendidikan