Management Menyusui

Ditulis oleh asep, pada 30 May 2010, dilihat 4233 kali komentar


Management Menyusui

Sesudah memposting tulisan tentang makanan untuk ibu menyusui, berikut ini artikel yang saya dapat dari sebuh sumber tentang cara-cara dan hal-hal yang berkaitan dengan menyusui. Sekiranya dapat dijadikan sebuah pengetahuan, sehingga penyampaian gizi yang terbaik bagi bayi oleh sang ibu dapat dilakukan dengan baik dan dengan cara yang baik pula.

Perempuan mendapat anugrah Tuhan untuk dapat mengandung, melahirkan dan menyusui. Kodrat pada perempuan ditandai oleh perangkat reproduksi yakni rahim, kandung telur serta payudara sebagai organ penunjang. Sayangnya tidak semua perempuan bisa memahami dan menghayati kodratnya, seorang ibu lebih memilih susu formula daripada ASI, padahal s/d sekarang ASI belum ada tandingannya.

Beberapa mitos tentang menyusui yang beredar di masyarakat :

  • Menyusui membuat tubuh ibu sukar kembali ke bentuk semula ( faktanya, timbunan lemak akan mudah lenyap saat menyusui )
  • ASInya tak mencukupi  ( faktanya, ASI diproduksi sesuai dengan permintan,makin sering menyusui makin banyak produksi yang dihasilkan)
  • Ukuran payudara ( >Besar kecilnya payudara tidak berkaitan dengan kemampuan memberikan ASI.  >ASI diproduksi oleh jaringan kelenjar susu(alveolus),bukan jaringan lemak (pada payudara besar). Asal normal produksi ASI akan sesuai dengan kebutuhan bayi.)
  • ASI pertama bisa menimbulkan penyakit  (Pada hari pertama s/d kelima banyak mengandung protein tinggi,zat kekebalan   tubuh,serta laktosa dan lemak yang rendah sehingga mudah dicerna.)
  • Menyusui membuat bentuk payudara tidak bagus (Bagus tidaknya bentuk payudara dipengaruhi oleh faktor keturunan dan usia)
  • Menyusui itu merepotkan Sebenarnya menyusui lebih praktis,buka payudara tinggal sodorkan ke mulut bayi pasti suhunya pas, takaranya pas daripada membersihkan botol, menakar,membawa perlengkapan susu kemana-mana saat pergi.        

 

Manfaat dan keunggulan ASI

Manfaat ASI untuk ibu :

  1. Isapan bayi pada payudara merangsang hormon oxytocin yang diproduksi kelenjar hipofise  meningkat, sehingga mengecilnya rahim kebentuk semula( involusi )lebih cepat. Mencegah perdarahan pasca melahirkan dan Resiko kanker payudara lebih rendah.
  2. Menyusui secara murni ( eklusive ),akan menunda kehamilan karena hormon menyusui akan menghambat proses ovulasi.
  3. Kedekatan psikologis dengan anak, kasih sayang lebih tercurah, bayi merasa aman ada di dekapan ibu.

Manfaat untuk keluarga :

  1. Aspek Ekonomis : Lebih menghemat ( Kuranglebih Rp 800.000,0/bln untuk membeli susu Formula )
  2. Aspek Psikologis : Kebahagiaan bertambah dengan kelahiran jarang.

Manfaat untuk negara :

  1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak ( ASI mengandung zat kekebalan )
  2. Mengurangi subsidi untuk RS
  3. Bayi yang diberi ASI lebih jarang dirawat di RS daripada bayi yang  mendapat susu formula.
  4. Mengurangi pengeluaran negara untuk import susu formula
  5. Kuranglebih Rp 8,6 Milyar/th yang digunakan untuk membeli susu formula.
  6. Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kerugian susu formula :

  1. Pengenceran yang salah, bila kental terjadi hipernatrium, hipertensi,kegemukan,infeksi usus. Bila encer : Malnutrisi ( kurang gizi dan gangguan pertumbuhan)
  2. Kontaminasi mikroorganisme.
  3. Alergi.
  4. Diare kronis
Teknik menyusui

 

Posisi dan perlekatan menyusui

Ada beberapa macam posisi menyusui:duduk, berdiri, atau berbaring.

Posisi : Bayi lurus sejajar, menghadap ibu, telinga dan lengan pada satu garis lurus, dagu bayi setinggi aerola,ada bonding antara ibu dan bayi.Perlekatan : hidung menempel payudara, sebagaian besar aerola bawah masuk mulut,mulut terbuka lebar, bibir bawah ndower

Langkah menyusui yang benar :
  1. sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada putimg susu dan aerola sekitarnya.Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
  2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara.
  3. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari lain menopang dibawah, jangan menekan puting susu atau aerolanya saja.
  4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflek) dengan cara : 1. menyentuh pipi dengan puting susu atau, 2.menyentuh sisi mulut bayi
  5. Setelah bayi membuka mulut,dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara  ibu dengan puting serta aerola dimasukkan ke mulut bayi; a. Usahakan sebagaian besar aerola dapat masuk kemulut bayi,sehingga puting susu berada dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak dibawah aerola. b. Setelah bayi mulai menghisap, payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi

Cara pengamatan Teknik menyusui Yang Benar :

Menyusui dengan tehnik yang tidak benar bisa menyebabkan puting susu menjadi lecet, ASI keluar tidak optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu.Untuk mengetahui bayi telah menyusui dengan benar, perhatikan :

  • Bayi tampak tenang
  • Badan bayi menempel pada perut ibu,
  • Mulut bayi terbuka lebar,
  • Dagu bayi menempel pada payudara ibu,
  • Sebagaian besar aerola masuk kedalam mulut bayi,aerola bawah lebih banyak yang masuk,
  • Bayi nampak mengisap dngan kuat dengan irama perlahan,
  • Puting susu ibu tidak terasa nyeri,
  • Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus,
  • Kepala agak menengadah.
Melepas isapan bayi :

Setelah meyusui pada satu payudara sampai terasa kosong,sebaiknya mengganti denagn payudara yang lain.Cara melepas isapan bayi :

# jari kelingking ibu dimasukkan kemulut bayi melalui sudut mulut atau,

# dagu bayi ditekan kebawah.

  • Setelah selesai menyusui,ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada  puting susu dan aerola sekitarnya,biarkan kering dengan sendirinya.
  • Menyendawakan bayi,dengan tujuan mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah(gumoh)setelah menyusui.dengan cara: Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan atau, Bayi tidur tengkurap dipangkuan ibu,kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan.

Lama dan frekwensi menyusui

 Sebaiknya bayi disusui secara sesuai keinginan bayi(on demand),karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya.Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung akan kosong dalam 2 jam. Menyusui yang dijadwalkan akan berakibat kurang baik,karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangssangan produksi berikutnya.menyusui malam hari juga akan memacu produksi ASI.

Selama masa menyusui sebaiknya ibu menggunakan BH (kutang) yang dapat menyangga payudara,tetapi tidak terlalu ketat.

 

ASI

Pengeluaran ASI

Apabila ASI berlebihan, sampai keluar memancar,maka sebelum menyusui sebaiknya ASI dikeluarkan lebih dahulu untuk menghindari bayi tersedak atau enggan menyusu.Pengeluaran ASI juga berguna bagi ibu yang bekerja bisa meninggalkan ASI untuk bayinya.

Pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan dua cara :

  • Pengeluaran dengan tangan : tangan ibu dicuci dengan bersih,menyiapkan cangkir/gelas tertutup yang telah dicuci dengan air mendidih.ibu melakukan pemijatan payudara dengan kedua telapak tangan dari pangkal ke arah aerola.dilakukan pemijatan  secara merata mengelilingi payudara.
  • Pengeluaran dengan pompa
  • Bila payudara bengkak/ terbendung dan puting susu terasa nyeri,maka akan lebih baik bila ASI dikeluarkan dengan pompa payudara.Pompa baik digunakan bila ASI benar-benar penuh,tetapi pada payudara yang lunak akan lebih sukar.Ada dua macam pompa,pompa tangan dan pompa listrik,yang biasa digunakan adalah pompa Payudara tangan.

Penyimpanan ASI

ASI yang dikeluarkan dapat disimpan untuk beberapa saat.Ada perbedaan lamanya disimpan dikaitkan dengan tempat penyimpanan:

- Di udara bebas/terbuka                        : 6-8 jam

- Di lemari Es                                         : 24 jam

- Di lemari pendingin/beku (-18° C)         : 6 bulan

ASI yang didinginkan tidak boleh direbus bila akan dipakai,karena kualitsnyaakan menurun,yaitu unsur kekebalannya.ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat didalam suhu kamar,agar tidak terlalu dingin,atau dapat pula direndam di dalam wadah yang telah terisi air panas.

 

Pemberian ASI peras

Perlu diperhatikan,jangan diberikan dengan botol/dot,karena hal ini akan menyebabkan bayi “bingung puting”.Berikan pada bayi dengan cangkir atau sendok,sehingga saat ibu menyusui langsung,bayi tidak menolak menyusu.

Cara pemberian dengan menggunakan cangkir :

  • Ibu atau yang memberi minum bayi,duduk dengan memangku bayi.
  • Punggung bayi dipegang dengan lengan.
  • Cangkir diletakkan pada bibi bawah bayi.
  • Lidah bayi berada diatas pinggir cangkir dan biarkan bayi mengisap ASI dari dalam cangkir(saat cangkir dimiringkan).
  • Beri sedikit waktu istirahat saat bayi menelan.

Demikian sedikit informasi yang bisa saya sampaikan, semoga ada manfaatnya dan berguna bagi temen-temen yang mempunyai bayi. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang  lebih baik dari kita dan tentunya menjadi anak yang sholeh & sholehah….Amien.

Oleh : dr. TONY WIDYANTO  
sumber : parekita.wordpress.com