Rumah Tangga Muslim

Ditulis oleh abahetika, pada 11 Dec 2010, dilihat 680 kali komentar


Berapa banyak manusia membangun rumah tangga dengan tujuan membangun surga di dunia. Namun upaya itu tak pernah kunjung terwujud. Meski rumah tangga telah berbalut dengan materi yang berlimpah, kedudukan yang empuk ataupun kekuasaan yang membuat diri seperti raja. Bukan surga yang tercipta, namun neraka yang terasa.

Ada apa gerangan? Kenapa semua upaya tak membuahkan hasil? Apa yang salah?

Berikut adalah ciri-ciri rumah tangga Muslim. Yang insya Allah, bila ciri-ciri ini terwujud dalam rumah tangga kita, surga dunia akan segera hadir seperti keinginan yang kita idam-idamkan.

  1. Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah sendi yang kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus sesuai dengan arahan Rasulullah saw., yaitu utamakan sisi agamanya.
  2. Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi saja, sebab kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa kepada Allah swt. Bila ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka kekurangan materi menjadi ringan. Ketakwaan yang ada di dalam dada pasangan suami-istri memunculkan tsiqah (rasa saling percaya) dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam hubungan suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah karena semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.
  3. Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan mengutamakan skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang tertier dan berlebihan.
  4. Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana, menekankan aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram, sikap berlebihan (israf), dan bermewah-mewahan. Semua anggota keluarga dipacu untuk memperbanyak berinfak dan bersedekah. Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.
  5. Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik. Sebab, daging yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh api neraka. Secara teknis perlu ada kesepakatan antara suami-istri dalam menentukan besaran dan alokasi anggaran rumah tangga. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Cukupi diri dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.
  6. Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi haji, sediakan kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.

Sudahkah rumah tangga Anda terasa indah, sebagaimana ungkapan baiti jannati (rumahku surgaku)?