Ucapan IJAB KABUL

Ditulis oleh encik_organik, pada 03 Oct 2011, dilihat 6085 kali komentar


Ucapan IJAB KABUL

Tentu tak asing bukan dengan ucapan ijab kabul meski belum perrnah melakukan pernikahan? Ada beberapa hal yang mesti kita cermati dari ucapan ijab kabul ini.

Keabsahan sebuah pernikahan bila sudah terpenuhinya: dua mempelai, wali, dua orang saksi dan sighat atau mas kawin.

Yang dimaksud ijab adalah ucapan seorang wali nikah ketika menikahkan anak perempuannya kepada mempelai pria. Sedangkan Kabul adalah jawaban dari mempelai pria untuk menerimanya.

Sighat akad nikah bisa menggunakan bahasa Arab atau bahasa lainnya yang mudah dipahami. Namun kalangan ulama mensyaratkan dalam akadnya itu dengan menggunakan kata nikah atau kata ziwaj, tidak boleh menggunakan kata jodoh, partner, pasangan, dsb.

Contoh ucapan ijab (bila walinya adalah ayah dari mempelai perempuan), yang artinya sebagai berikut: "Hai Ahmad, aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan anak perempuanku Fatimah dengan mas kawin Kitab Suci Al-Qur'an."

Contoh ucapan Kabul (yang menerimanya mempelai pria), yang artinya sebagai berikut: "Aku menerima pernikahan dan perkawinannya bagi saya dengan mas kawin yang telah disebutkan tadi (Kitab Suci Al-Qur'an).

Jadi, tidak menjadi masalah dengan menggunakan bahasa apapun, asalkan mudah dipahami dan maknanya benar. Namun untuk ucapan Kabul, "Saya terima nikahnya-dipandang lebih lengkap dan mudah dipahami, dan tidak berarti maksudnya seseorang mempelai wanita yang menikahi mempelai pria, karena yang menikahkan adalah wali (orang tua) dari mempelai wanita dan mempelai pria menjawab atau menerima apa yang disampai oleh wali nikah tadi.

Mencermati masalah di atas, bagi yang hendak nikah atau menikahkan mesti menggunakan redaksi ijab kabul yang telah umum berlaku. Ini bisa ditanyakan pada Kantor Urusan Agama setempat selaku pihak yang berwenang mencatat pernikahan secara Islam tentunya!

Kerap kita ketahui mas kawin diwujudkan dalam bentuk uang dengan nominal yang bermakna hari perkawinan atau hari jadian maupun hari jadi salah satu mempelai. Barangkali ini sebagai suatu pengabadian sesuatu yang bermakna bagi kedua mempelai.

Mas kawin kerap pula dalam bentuk seperangkat alat sholat dan Kitab Suci Al-Qur'an. Ya sebagai pertanggungjawaban moralnya, sudah semestinya barang-barang tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan memaknai perwujudan barangnya. Seperti seperangkat alat sholat, tentu saja kedua mempelainya mesti sholat juga. Sedangkan bila berupa Kitab Suci Al-Qur'an, sudah semestinya menjadi tuntunan dalam kehidupan berumah tangga. Bukannya begitu !

Sumber tulisan: http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/2164758-ucapan-ijab-kabul/

Sumber gambar: mantenhouse.com