Welfare State

Ditulis oleh ajiamad, pada 28 Nov 2011, dilihat 1128 kali komentar


Welfare State

Mungkin kata2 welfare state agak asing ditelinga kita. welfare state atau negara kesejahteraan adalah sebuah konsep dimana pengentasan kemiskinan dan pelayanan sosial menjadi isu utamanya. welfare state pertama kali di gagas di Inggris pada tahun 1906 untuk mengentaskan kelaparan para buruh disana. kelaparan disini mempunyai pengertian ekstrim yaitu, sama sekali tidak makan. sebagai gantinya, para borju gereja harus menyumbangkan sebagian hartanya kepada negara untuk nantinya disalurkan kepada kaum kelaparan ini (pajak). sementara Welfare state modern pada umumnya lebih menggunakan cara-cara seperti memberikan jaminan kepada masyarakatnya, sehingga terhindar dari kemiskinan dan kelaparan. Karena dengan ini mereka percaya bahwa dengan memberikan jaminan kepada masyarakatnya, maka masyarakat akan patuh terhadap pemerintah dan mampu mengurangi tingkat kemiskinan di negara itu.

Jaminan-jaminan yang ditawarkan oleh konsep welfare state modern adalah jaminan sosial, kesehatan, pendidikan dll. Pada intinya negara merupakan pemegang kunci dan bertanggung jawab terhadap warga negaranya atas apapun yang menimpa warganya. Di Skandinavia (Swedia, Norwegia, Filandia, Denmark), konsep Negara kesejahteraan modern telah menjadi ideologidan sistem yang berjalan dengan cukup baik. Salah satu kunci keuntungan dari  sistem Negara kesejahteraan adalah tidak ada satupun warga Negara yang menderita atau dibiarkan menderita baik dari segi ekonomi maupun sosial. Syarat-syarat welfare state modern secara umum adalah:

  1. Sistem perpajakan yang baik.
  2. Kalau terdapat banyak UKM maka tingkat kesejahteraan akan semakin kecil (pengaruh dari tax sistem).
  3. Adanya social trust yang besar, tanpa ada social trust maka tidak ada pembayar pajak.
  4. Perlu adanya serikat pekerja yang kuat. 
  5. Penduduknya harus homogen (populasi yang tersebar harus homogen baik etnis maupun agama). 

Adanya institusi sosial yang kuat akan membuat masyarakat terbiasa dengan rules of the game yang diciptakan oleh pemerintah. Institusi sosial merupakan struktur dasar masyarakat yang berperan dalam menciptakan keteraturan masyarakat Nilai penting yang dibawa welfare state adalah mengurangi jurang pemisah antara kaum kaya dan kaum miskin dengan cara mendistribusikan uang dari si kaya kepada si miskin. Distribusi keuntungan yang diatur oleh negara ini salah satu caranya dilakukan dengan menempatkan pihak buruh dan pengusaha secara seimbang, memiliki hak yang sama dan setara.

Di dalam welfare state, pihak buruh tidak mendominasi sektor dan kebijakan ekonomi namun menjadi aktor aktif dalam membangun perekonomian sejajar dengan para pengusaha. Terdapat pula para pengusaha yang tanpa intervensi dari negara berupaya membangun forum terbuka dengan para buruh. Forum ini bertujuan untuk mencapai negosiasi kebijakan berdasarkan prinsip sama-sama untung antara pihak pengusaha dan pihak buruh. Gagasan welfare state mempercayai bahwa perubahan ekonomi secara cepat dan radikal justru akan memicu bencana besar. Laju perekonomian yang perlahan namun pasti akan membawa keselamatan ekonomi bagi welfare state. Namun dalam penerapan yang sesungguhnya, konsep welfare state sangat fleksibel karena disesuaikan dengan kondisi ekonomi-politik, serta budaya di dalam negara yang menganutnya. Di Jerman misalnya, karena dianggap terlalu besar mengeluarkan biaya untuk kesejahteraan warga, membuat beberapa kebijakan dirubah. Seperti, jaminan yang selama ini pasti didapatkan, diganti dengan pinjaman agar masyarakat miskin itu mau bekerja dan tidak menggantungkan diri pada negara.

Seperti halnya konsep-konsep lain, konsep welfare state juga mempunyai kelemahan-kelemahan. Beberapa diantaranya adalah jaminan-jaminan yang diberikan oleh kebijakan welfare state, menjadikan semangat kerja masyarakat menurun. Ada dua kelompok yang mengalami hal ini di dalam welfare state yaitu kelompok yang menerima tunjangan, dan kelompok yang membayar pajak yang tinggi. Terutama mereka yang dikenakan pajak secara progresif yang dihitung berdasarkan rentang pendapatan yang diperoleh dari kerja ekstra atau kerja lebih keras. Permasalahan ini merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh penganut welfare state. Dan meskipun saudah berbagai cara dilakukan, penurunan semangat kerja masih saja terus ada. Contohnya, ketentuan tentang upah para pensiunan telah menurunkan minat mereka untuk bekerja paruh waktu.

Penurunan semangat bekerja juga dikarenakan jika mereka bekerja paruh waktu, maka dana pensiun juga akan berkurang. Sama halnya dengan laki-laki yang berasal dari keluarga miskin. Orang ini tidak akan berminat untuk bekerja lebih giat dibandingkan apa yang ia kerjakan sekarang. Karena jika ia bekerja lebih keras, maka dia akan dikurangi tunjangannya, dan bertambah membayar pajaknya. Hal ini juga yang membuat para pekerja keras pada akhirnya tidak mau lagi bekerja, karena akan membayar pajak yang mahal. Apalagi mereka yang terkena pajak progresif karena mempunyai kerja lebih dari satu, merasa bahwsanya jam kerja mereka tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan karena pasti dipotong pajak yang tinggi. Pada akhirnya kritik terhadap welfare state pun menagatakan bahwa, welfare state menghilangkan potensi individu setiap manusia hanya demi satu tujuan, yaitu kesejahteraan. Manusia-manusia yang memiliki potensi berada pada posisi yang tidak adil karena kemampuan yang mereka miliki harus dibayar dengan pajak yang terkadang terlalu berlebihan.

SUMBER:
Francis Allapat, Mahatma Gandhi (pandangan politik dan visi ekonomi)
http://www.map.ugm.ac.id/index.php/analisis?showall=1






Razli Achmad Purba

tempat tanggal lahir Yogyakarta 12 november 1989 berasal dari kota Medan dan sedang melakukan study di kota Yogyakarta suka mengulik fenomena sosial, dan senang berbagi apa saja..